Kamis, 09 April 2015

School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!


School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!

School Refusal (Menolak Sekolah) adalah anak tidak mau sekolah lagi atau pernah sekolah tapi tiba-tiba tanpa alasan yang jelas mogok bahkan tidak mau lagi melanjutkan sekolah. Pada dasarnya mereka tidak mau sekolah dikarenakan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah psikiatri:

1. Separation anxiety/ Cemas Perpisahan, adalah ketakutan berpisah dengan orang yang dekat dengan dirinya (orang tua/ibu/pengasuh). 

2. Generalized anxiety/cemas menyeluruh, adalah ketakutan terjadi sesuatu pada dirinya atau bayangan-bayangan yang menakutkan misalnya, takut terjadi kebakaran karena menonton Tv tentang kebakaran, atau sesuatu yang dibayangkan sangat menakutkan,yang terjadi hampir sepanjang hari.

3. Depresi, adalah perasaan sedih, putus asa, hilang minat untuk pergi sekolah atau motivasi untuk sekolah.

4. Bullying, adalah kekerasan psikis atau fisik yang dialami oleh sorang anak.

Menolak sekolah merupakan kedaruratan jiwa anak karena bergitu pentingnya sekolah bagi setiap anak. Ketika seorang anak tidak bersekolah tanpa alasan yang jelas (bukan karena ekonomi), kemungkinan besar akan menyebabkan kegagalan lain yang lebih berat.

Ketika seorang anak menolak sekolah maka yang perlu dilakukan adalah asesmen atau identifikasi penyebabnya dan segera lakukan terapi dan penanganan yang optimal.

Terapi Mindfullness adalah salah satu terapi yang dikembangkan ditalenta center dengan pendekatan kognitif dan perilaku yang merubah pola pikir, pengendalian emosi sehingga terjadi perubahan perilaku. Teknik mindfullness yang dikembangkan dibagi menjadi 8 tahapan/langkah menuju perubahan pola pikir dan perilaku.

Pilihlah sekolah yang menyenangkan bagi anak.!!!

Selasa, 07 April 2015

Effectiveness of mindfulness therapy among adolescent with conduct disorder

Effectiveness of mindfulness therapy among adolescent with conduct disorder in Jakarta, Indonesia


http://ac.els-cdn.com/S1877042814067445/1-s2.0-S1877042814067445-main.pdf?_tid=bb4430dc-dd98-11e4-8898-00000aab0f01&acdnat=1428461057_ae70a0e328f8cfdeaefd406d8dc6468b

Rabu, 01 April 2015

World Autism Awareness Day

Pada 1 November 2007, PBB melalui sidang umumnya menetapkan tanggal 2 April sebagai World Autism Day. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika mengeluarkan pernyataan bahwa tingkat prevalensi autisme adalah 1 berbanding 68. Artinya dari 68 anak, satu orang adalah penyandang autism spectrum disorder (ASD).

Prevalensinya terus meningkat, dari waktu ke waktu. Prevalensi autisme di dunia saat ini mencapai 15-20 kasus per 10.000 anak, jika angka kelahiran di Indonesia 6 juta per tahun maka jumlah penyandang autisme di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 anak per tahunnya (Pratiwi RA, Dien FF, 2014).

Michael Rosanoff, associate director dari Autisme Speaks, US, penelitian epidemiologi terkait autisme amatlah penting, prevalensi setiap negara dapat dijadikan petunjuk tentang apa yang menyebabkan atau meningkatkan risiko autisme.
Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai autisme, serta meningkatkan informasi mengenai pentingnya diagnosa awal tiap kali terlihat adanya gejala autisme.

Selain itu, peringatan Hari Peduli Autime Sedunia juga bisa menjadi cambuk bagi mereka yang kerap menjadikan autisme sebagai bahan celaan di kehidupan sehari-hari. kata "autis" bukan sebuah ejekan. 

Kesurupan


Kesurupan, merupakan berita yang populer di Indonesia, apalagi menjelang ujian akhir ini. Masyarakat menganggap kesurupan disebabkan karena adanya jin yang masuk kedalam tubuh orang.
Didalam ilmu kedokteran Jiwa (Psikiatri), kesurupan diartikan sebagai suatu reaksi Trans, yaitu hilangnya sementara penghayatan akan identitas diri& kesadaran terhadap lingkungannya. Orang yang mengalami rekasi Trans berperilaku seakan - akan dikuasai oleh kekuatan gaib, pribadi lain& kekuatan lain. seringkali disertai adanya gerakan, posisi tubuh & ungkapan kata-kata yang diulang-ulang
Kenapa kesurupan / gangguan Trans ini bisa muncul?
Kondisi psikologis orang yang mengalami kesurupan ini, biasanya dalam keadaan tertekan, karena harapan tidak sesuai kenyataan, ketakutan akan ancaman, takut kehilangan seseorang dll. Pada akhirnya menimbulkan kecemasan dan ketakutan.
Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan hilangnya perhatian & kewaspadaan akan diri. Kondisi kesurupan pada seseorang bisa menginduksi terjadinya kesurupan pada orang lain disekitarnya, yang sama-sama mengalami masalah psikologis, misalnya sama-sama mengalami ketakutan/cemas akan ujian nasional, atau mempunyai masalah lain yang mempengaruhi kondisi mentalnya.
Saya dalam hal ini beragama Islam meyakini, bahwa hal ini bisa saja menyebabkan adanya kekuatan gaib yang masuk kedalam diri manusia dalam kondisi stres, karena dalam diri manusia kekuatan gaib/ jin memang selalu ada. Kondisi jiwa yang dalam keadaan kosong atau dalam keadaan depresi,cemas, ketakutan, panik, bisa saja menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran/ kewaspadaan akan dirinya sendiri sehingga dikuasai oleh makhluk lain/gaib yang tidak pernah mau meninggalkan manusia.
Oleh karena itu, pendekatan pada orang yang sering kesurupan atau kesurupan masal, lebih kepada pendekatan psikologis kepada individu tersebut. Beri penguatan positif, rubah pola pikir yang negatif, dan selalu tingkatan kewaspadaan / awareness akan diri, dengan banyak mendekatkan diri pada Penciptanya.
Pendekatan dengan Rukiyah dll bisa saja dilakukan untuk sementara, tapi yang paling penting adalah diberikan pendampingan psikologis dan beri kenyamanan pada individu tsb.
Pengalaman saya sebagai Psikiater bila mendapati orang dengan kesurupan adalah memberikan injeksi yang bekerja cepat, sampai tertidur. Setelah bangun, maka pada individu tersebut dilakukan pendekatan psikologis dengan pendekatan problem solving, psikoterapi & edukasi. Berdasarkan pengalaman, jarang yang kambuh lagi kesurupannya.
Saya menghimbau kepada sekolah, guru bimbingan konseling ataupun guru-guru bidang studi, hendaknya menyikapi hal ini secara serius. Jangan memberi tekanan kepada siswa yang memang sudah dalam kondisi tertekan dan ancaman takut tidak lulus dll, apalagi jika dibarengi dengan persoalan lain diluar sekolah, misalnya kondisi keluarga, ekonomi, dll.
Himbauan kepada para pembahas kurikulum, hendaknya kurikulum yang dibuat tidak hanya menekankan pada pelajaran yang membebani dan hanya menghapal yang tidak enak untuk diingat. Beri pengajaran yang baik dalam bentuk yang menyenangkan siswa.
Saya pribadi sampai saat ini tidak setuju dengan adanya ujian nasional, yang menghambat kreativitas siswa. Saya lebih menekankan pemerintah memberi bimbingan kepada sekolah/ guru dan lebih banyak menguji guru apakah sudah berkualitas sebagai pendidik, dibandingkan menguji siswa.

Selasa, 17 Maret 2015

Kenali Gejala Mutisme Selektif pada anak anda:

Seorang anak usia 10 thn kelas 3 SD, diantar ayah ibu ke Talentacenter, karena prestasi sekolah jauh dr standar. Orangtua pingin anaknya jadi pinter...katanya...he he memangnya di Talenta bikin anak jadi pinter yah?!.
Ternyata ketika dilakukan asesmen..si anak mengalami masalah yang dikenal dg "Mutisme Selektif"....tidak mau samasekali bicara...di coba pendekatan tidak mau.. berkata-kata.....
Menurut ibu kalau dirumah cerewet dok...
Disekolah hanya mau bicara dg guru yg sdh dekat saja itupun pelan-pelan katanya....
Sudah sekian tahun begini, dibiarkan saja karena ketidaktahuan...
Kasihan....

Kenali Gejala Mutisme Selektif pada anak anda:

1. Tidak berani bicara dilingkungan sosial tertentu, misalnya sekolah. akan tetapi ditempat lain misalnya dirumah cerewet/banyak bicara.
2. Enggan berkomunikasi sosial dilingkungan yang harusnya menuntut untuk bicara.
3. Tidak berbicara bukan karena kurangnya pengetahuan atau ada gangguan komunikasi.
4. Tidak ada gangguan lain seperti autisme, skizofrenia.

Sabtu, 28 Februari 2015

Tahukah anda tipe kepribadian anda?

Tipe kepibadian anda dibagi menjadi 3 kelompok(cluster)
(1) cluster A; Kepribadian eksentrik
Ciri kelompok ini adalah paranoid(mudah curiga) dan aneh
(2) cluster B; Kepribadian dramatik
Ciri kelompok ini adalah sering mendrama tisir keadaan, sangat emosional, dan antisosial
(3)cluster C; Kepribadian cemas
Ciri kelompok ini adalah sering cemas, ketakutan dan dependen
Dimanakah ciri kepribadian anda??????????
Jika masih bisa terkendali dan tidak menimbulkan masalah dengan orang lain maka boleh dibilang belum terjadi gangguan kepribadian.
Akan tetapi jika sudah sering bermasalah dengan orang lain dan mungkin juga mengganggu diri sendiri maka boleh dikatakan sudah terjadi gangguan.
Biasanya orang dengan gangguan kepribadian tidak akan datang berobat atau konsultasi keprofesiona walaupun sudah menimbulkan ketidaknyamanan pada orang lain  
Bisa dipahami kan?
Kecuali sudah mengganggu dirinya sendiri......baru deh mau datang berobat.....

Senin, 26 Januari 2015

Bagaimana Mendeteksi ADHD pada Anak Anda? (Bagian 2)

Apakah anda sudah membaca "Bagaimana Mendeteksi ADHD pada Anak Anda? (Bagian 1)" pada postingan sebelumnya? 

Berikut ini kita akan membahas gejala ADHD pada remaja.Kebanyakan orangtua merasa anaknya hanya nakal, tidak nurut, tidak bisa diatur. Jika orangtua/ pendidik memahami masalah remaja sebenarnya,  mereka tentu tidak akan melabel anaknya " bermasalah".

Gejala ADHD pada remaja
Pada   remaja   dengan  ADHD,   beberapa gejala  ini bisa kita lihat dan  pantau  langsung. Berikut ini adalah gejala-gejalanya:

  • Membuat     kesalahan     dalam     mengeja berlanjut hingga dewasa

Dalam    beberapa   kasus,    anak    ADHD yang sudah menginjak remaja memiliki kekurangan dalam mengeja sebuah kata. Mereka    sering    mengulang    kesalahan yang sama ketika mengeja  kata-kata yang menurut  mereka sulit untuk dibaca
  • Sering  menghindar dari  tugas  membaca dan menulis

Remaja ADHD biasanya akan menghindari tugas membaca atau menulis. Mereka akan sulit membaca dengan baik, pada beberapa bagian bacaan, mereka seringkali membaca tanpa   jeda   titik  maupun  koma.  Begitu juga dengan menulis, dalam beberapa tulisan, remaja ADHD seringkali tidak bisa menempatkan tanda  baca dengan baik. Sehingga tidak terlihat jelas apa yang dimaksud dari tulisan yang dibuatnya.
  • Kesulitan dalam menyimpulkan suatu bacaan

Dalam struktur kalimat yang kompleks dengan jumlah tanda  baca cukup banyak, remaja   ADHD biasanya   akan   kesulitan untuk menyimpulkan  apa yang dibacanya. Mereka hanya bisa membaca dengan datar tanpa ekspresi, bahkan cenderung tidak memperhatikan titik dan koma.

·      Kesulitan menjawab suatu pertanyaan yang membutuhkan penjelasan  lisan dan/ atau tulisan
Pertanyaan   yang  bersifat  kompleks membuat remaja dengan gangguan ADHD sulit memahami apa  yang  kita tanyakan. Dalam beberapa kasus anak ADHD bahkan cenderung untuk  tidak  mengekspresikan perasaannya ketika ditanya.  Mereka men- jawab  dengan datar  dan/atau menjawab sesuai dengan daya pikir mereka saja.

·         Kesulitan dalam menyerap  konsep yang abstrak
Jangan pernah coba memberikan konsep penjelasan  yang membuat anak ADHD berpikir keras mencari maksud dan tujuannya. Begitu juga ketika mereka diberitahu, kita tidak bisa menggunakan kata-kata sindirian agar mereka berubah. Mereka butuh  penjelasan  yang detail dari setiap arahan yang kita mau.

·         Bekerja lamban
Pada  remaja  ADHD pergerakan  motorik mereka akan terkesan lamban. Hiperaktif bukan membuat pekerjaan mereka menjadi lebih cepat, dalam beberapa kasus mereka akan sangat  lamban  dalam menyelesaikan pekerjaannya. Misalnya ketika mereka harus membersihkan lantai, pekerjaan mereka akan sangat lamban bila dibandingkan dengan mereka yang normal.

·     Bisa kurang  perhatian pada  hal-hal  yang rinci atau bisa juga terlalu fokus kepada hal- hal yang rinci
Misalnya ketika main game  merekfokus dan  menang  terus,  namun   bila  mereka harus menyelesaikan pekerjaan rumah, mereka tidak fokus.

·         Bisa salah dalam membaca informasi
Dalam beberapa kasus, remaja dengan ADHD akan sangat  sulit membaca maksud dari informasi yang didapat. Mereka memiliki kesulitan dalam menganalisa kejadian  di  sekitar  mereka  sehingga persepsi  merekterhadap informasi yang diterima seringkali salah.

Inilah gejala-gejala ADHD pada remaja, apakah  anak anda  termasuk di  dalamnya? Bila ya, maka mungkin sudah saatnya anda berkonsultasi pada professional di bidangnya seperti  psikiater anak atau  psikolog anak.





Rabu, 07 Januari 2015

Bagaimana Mendeteksi ADHD pada Anak Anda? (Bagian 1)



Pada salah satu sesi konsultasi, saya bertemu dengan seorang anak usia 6 tahun yang dibawa oleh kedua orangtuanya untuk berkonsultasi atas rujukan dari sekolah. Menurut keterangan sekolah, anak ini tidak bisa mengikuti pembelajaran di kelas selama masa observasi persiapan masuk sekolah berlangsung. Namun, menurut orangtuanya sang anak tidak bermasalah, hanya sekedar tidak bisa duduk tenang dan gaya belajarnya auditorik. Ayah merasa anaknya hanya terlambat bicara seperti saudaranya yang lain.



Orangtua pun kemudian bercerita tentang adanya riwayat keluarga yang kebanyakan terlambat bicara semenjak kecil. Keterlambatan bicara tersebut salah satunya terjadi pada adik dari pihak ayah, namun menurut mereka toh pada akhirnya bisa menjadi orang sukses. Dari cerita itulah orangtua merasa bahwa anaknya sedang mengalami hal yang sama dengan pamannya, mereka tetap menyangkal bahwa anaknya kini sebenarnya bermasalah.



Pada saat observasi, tampak anak bolak-balik memanjat sofa dan meja, kemudian saat dilarang oleh orangtuanya sang anak pun terdiam sejenak, tapi setelah itu kembali seperti semula.



Pada sesi konsultasi yang sama, saya pun kemudian mencoba memaparkan penjelasan mengenai beberapa gejala ADHD secara lebih rinci. Setelah menyimaknya secara seksama, barulah orangtua mulai berpikir dan merasa anaknya berbeda dengan anak lain dan bukan sekedar karena cara belajar yang berbeda.



Berdasarkan kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa anak mengalami gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Diorder) yang tidak disadari oleh orangtuanya. Perlu kesadaran orangtua untuk mengenali gejala ADHD sejak dini, karena jika tidak akan berdampak serius dalam prestasi belajar dan akademik, juga di dalam berkembangnya perilaku destruktif. ADHD dapat berkembang menjadi remaja/dewasa dengan ADHD menetap yang akan menganggu fungsi sosial dan pekerjaannya. Berdasarkan data, 20%-40% anak ADHD ketika remaja dapat berkembang menjadi gangguan tingkah laku (conduct disorder) dan 10%-20% menjadi gangguan kepribadian anti-sosial (personality disorder)/psikopat. 



Lalu bagaimana cara mengenali ADHD? di bawah ini dipaparkan gejala ADHD secara umum yang dapat menjadi referensi orangtua untuk segera merujuk ke profesional jika mendapati anaknya memiliki gejala berikut :
  • Anak sulit sekali belajar
Anak dengan ADHD memang sulit  sekali  belajar.  Mereka  tidak  pernah bisa fokus menyelesaikan  pekerjaan. Seringkali anak ADHD meninggalkan pekerjaan  yang seharusnya menjadi    tanggungjawabnya.   Pada   satu titik anak ADHD bisa saja tantrum karena tidak  bisa mengendalikan amarah  karena diminta menyelesaikan tugas yang tidak pernah bisa diselesaikannya.
  • Anak tidak pernah fokus
Anak  ADHD sulit   sekali  menyelesaikan pekerjaan  hingga  tuntas. Tidak hanya pada pelajaran, pada permasalahan yang datang di  hadapannya sulit  diselesaikan dengan baik. Seringkali kurang  fokus anak  ADHD membuat orangtua menyerah dan bingung untuk memberitahu mereka.
  • Anak sulit mendengarkan bila diajak bicara
Kecenderungan anak ADHD tidak mendengarkan ketika diajak bicara. Mereka seakan cuek dengan lingkungan sekitar. Gejala ini sebenarnya mirip dengan gejala autisme yang ringan, hanya saja pada autisme tidak terjalin kontak mata dan komunikasi verbal dan non-verbal.

  • Perhatian mudah terpecah bila ada gangguan dari luar
Pernahkah anda melihat anak anda yang sedang menyiapkan diri untuk mengerjakan PR tiba-tiba saja pergi meninggalkan tugasnya ketika tahu ada teman atau kartun kesukaannya diputar? Yah, pada anak ADHD kecenderungan untuk meninggalkan pekerjaan seringkali terjadi. Mereka tidak akan pernah punya beban ketika pekerjaan rumah mereka tidak selesai. Karena sikap inilah terkadang orangtua dibuat kesal dengan perilaku anak ADHD.
  •  Kehilangan benda-benda dan alat tulisnya

Anak ADHD seringkali lupa menaruh barang. Seorang murid di klinik kami seringkali lupa menaruh barang miliknya. Beberapa barang bahkan tertinggal di sekolah atau di rumah. Seringkali orangtua bingung dan memarahi anak karena ia mereka tidak mendengarkan orang lain bicara karena fokus pada yang dipikirkan.

  • Tidak paham dengan instruksi

Pada  situasi  tertentu,  anak  ADHD akan sulit memahami instruksi yang  orangtua/ guru  berikan.   Mereka   akan   cenderung sulit menganalisa  apa yang diinginkan dari sebuah instruksi kompleks. Misalnya ketika terapis memberikan instruksi   pada   anak   untuk   mengambil buku, membuka  buku kemudian membaca halaman pada buku. Pada anak ADHD biasanya tidak bisa langsung mengerti dengan instruksi tersebut.
  • Terlalu aktif dalam bergerak

Anak ADHD memiliki kecendrungan terus bergerak.  Mereka  seperti   tidak  memiliki rem untuk mengatur gerak tubuhnya. Seperti saat bermain anak ADHD bisa tiba- tiba saja melakukan  gerakan  yang sangat cepat dan terus menerus, sehingga  teman- temannya  seringkali bingung  bagaimana cara menghadapinya.

Beberapa temannya  bahkan  menjauhinya karena  mereka  menganggap anak  ADHD ini tidak mengerti aturan main. Misal: Ketika anak-anak  bermain  bola, anak ADHD bisa saja bermain dengan mereka, berusaha menendang bola  ke  gawang.  Sayangnya dia tidak bisa berhenti  ketika ia melakukan pelanggaran  seperti   mendorong atau keluar dari garis lapangan.
  • Sulit menunggu giliran    

Tidak mudah membuat anak menunggu giliran. Karena aktif dalam melakukan kegiatan, anak ADHD cenderung mudah bosan. Pada level tertentu anak ADHD bahkan   menjadi   cemas  ketika gilirannya tidak ditunaikan.

Salah satu contoh ketika mereka harus menyelesaikan tugas khusus di sekolah sementara anak-anak  lain pulang  sekolah. Pada   situasi  ini  anak   ADHD terkadang cemas  dan  sulit  sekali untuk  tidak  pergi meninggalkan  ruang  kelas.  Bila dicegah, anak ADHD bahkan bisa menjadi tantrum.

  • Terlalu cepat menjawab pertanyaan walaupun pertanyaan yang diajukan belum selesai

Pada   situasi   tertentu  anak   ADHD bisa menjawab    pertanyaan   dengan   sangat cepat meski kita belum menyelesaikan pertanyaan. Hanya saja  pertanyaan yang dijawab terkadang bukanlah jawaban yang benar-benar tepat.

Misalnya ketika anak bertanya  tentang apa saja yang sudah dipelajari di sekolah. Anak ADHD akan  dengan cepat  memberitahu tentang  apa   yang   sudah   dipelajari   di sekolah, tapi ketika ditanya tentang bagaimana pelajaran  di kelas dan  belajar apa  saja, anak ADHD biasanya  cenderung hanya menjelaskan  kulit luarnya saja, tidak bisa menjelaskan secara terperinci pelajaran di kelas dan maksud belajar di kelas.

  • Mengganggu orang lain.

Anak ADHD dalam  situasi  tertentu akan sangat  mengganggu orang  di sekitarnya. Kadang kejahilan mereka tidak pada tempatnya. Jika diberitahu  dan dijelaskan, mereka  tidak  akan  pernah  mengerti  dan terus mengulangi hal yang sama.

Inilah gejala-gejala   umum   yang   terjadi pada anak ADHD, apakah anak anda  termasuk di  dalamnya? Bila ya, maka mungkin sudah saatnya anda berkonsultasi pada professional di bidangnya  seperti  psikiater anak atau  psikolog anak. 

Untuk mengetahui gejala ADHD pada remaja, simak "Bagaimana Mendeteksi ADHD pada Anak Anda? (Bagian 2") pada postingan selanjutnya. 


Sumber referensi :
  • "Strategi & Metode Belajar untuk Anak ADHD" by Dr. Suzy Yusna Dewi, dr., SpKJ(K)
  • "Fact Sheet: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Topics", adapted from R. A. Barkley & K. R. Murphy (2006) Attention deficit hyperactivity disorder: A clinical workbook (3rd ed.)
  • "ADHD and Conduct Disorder" by Eileen Bailey

Catatan :
Jika ingin melakukan pemesanan buku "Strategi & Metode Belajar untuk Anak ADHD", silahkan hubungi & membeli langsung di Talenta Center