Tampilkan postingan dengan label gangguan perilaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gangguan perilaku. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

PERBEDAAN PSIKIATER & PSIKOLOG

Dari Background Pendidikan

Psikiater : Tamat sekolah kedokteran minimal 6 Tahun, lalu lanjut ambil program spesialisasi Psikiatri selama minimal 4 tahun dan jika ingin mengambil subspesialisasi bidang anak & remaja maka harus kelanjutkan kembali pendidikan selama 2 tahun.


Psikolog : tamat Sarjana psikologi mininmal 4 Tahun. lalu lanjut ke profesi Psikologi selama minimal 2 tahun.
Bila Praktek, Seorang psikiater basicnya adalah dokter, sedangkan Psikolog basicnya adalah sarjana psikologi & bukan dokter.

Sabtu, 15 Juli 2017

Jadi Seleb Facebook, Pelarian Remaja Krisis Identitas

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Rabu, 24/10/2012 17:00 WIB


Jakarta, Tak perlu minder kalau teman di Facebook tidak sampai 500 atau cuma di-follow segelintir orang di Twitter. Sebab ada beberapa orang yang sukses dalam pertemanan di dunia maya, tetapi kesepian dan tidak bahagia karena gagal bergaul di dunia nyata.
Psikiater anak dan remaja dari RSJ Soeharto Heerdjan Grogol, dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K) mengakui di zaman sekarang ini banyak remaja mengalami krisis identitas. Masalah dalam pergaulan membuatnya merasa tidak percaya diri dan seperti tidak diterima. Jejaring sosial seperti Facebook dan sejenisnya pun jadi pelarian. Ketika menjadi seleb Facebook atau Twitter, ada kebanggaan tersendiri.
"Semacam fobia sosial, nggak berani berhadapan dengan dunia nyata," kata dr Suzy saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (24/10/2012).
Saat bergaul di dunia maya melalui jejaring sosial, para remaja yang mengalami krisis identitas memang memungkinkan untuk menjadi orang lain. Foto profil bisa diedit sedemikian rupa agar tampak setampan atau secantik mungkin. Begitu juga keterangan-keterangan lain yang tidak perlu harus sesuai kenyataan.
Menurut dr Suzy sangat khas pada remaja dengan krisis identitas adalah sering update status. Terlalu sering update status, mengubah keterangan dan mengganti foto profil seolah ingin selalu muncul di timeline adalah perilaku yang perlu diwaspadai sebagai gejala kecanduan social media.
Kecanduan atau adiksi biasanya ditandai dengan kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan pergaulan untuk melakukan hal yang disukai. Demikian juga dengan kecanduan social media, meski tetap bersosialisasi lewat internet tetapi kalau tidak bergaul di dunia nyata maka hal itu tidak bisa dibilang sehat.
Faktor pola asuh menurut dr Suzy turut mempengaruhi kecenderungan ini. Kurangnya kesempatan bagi remaja untuk mengembangkan diri, tekanan dari orang tua yang terlalu sering mengarahkan bisa membuat anak-anak tumbuh menjadi remaja yang selalu cemas dan tidak percaya diri.
Solusinya tidak sulit asal belum berlebihan, yakni dengan mengurangi intensitas bergaul di dunia maya dan mulai meningkatkan sosialisasi di kehidupan nyata. Begitu pula pencegahannya, pola asuh orang tua harus lebih memberi ruang bagi anak untuk berkembang secara sehat jasmani, rohani dan sosial.

Kamis, 02 Juli 2015

Neurofeedback adalah alat unik untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan meningkatkan kinerja otak
















Apakah Neurofeedback?
     Neurofeedback terapi melibatkan pelatihan langsung dari fungsi otak, di mana Otak Belajar untuk berfungsi lebih efisien. Pada Solusi Kognitif, kita amati otak dalam tindakan dari saat ke saat, dan menunjukkan informasi yang kembali ke orang tersebut. Melalui umpan balik visual dan pendengaran, otak dihargai untuk mengubah kegiatan sendiri dengan pola yang lebih tepat. Ini adalah bertahap proses belajar, dan berlaku untuk setiap aspek dari fungsi otak yang kita dapat ukur. 

     Neurofeedback kadang-kadang disebut Biofeedback EEG, karena didasarkan pada aktivitas otak listrik (electroencephalogram atau EEG). Neurofeedback dasarnya pelatihan dalam pengaturan diri. Pengaturan diri merupakan bagian penting dari fungsi otak yang baik, dan self-regulasi pelatihan memungkinkan sistem saraf pusat untuk berfungsi pada tingkat optimal.

Siapa yang akan diuntungkan Neurofeedback?
     Neurofeedback menangani masalah-masalah sebagian besar dari disregulasi otak. Ini terjadi untuk menjadi banyak, dan mencakup spektrum kecemasan-depresi, defisit perhatian dan masalah belajar, gangguan perilaku, gangguan tidur, migrain, serta PMS dan gangguan emosional. Neurofeedback juga berguna untuk kondisi otak organik seperti kejang, spektrum autisme, dan cerebral palsy.

Bagaimana Neurofeedback bekerja?
     Pada Solusi Kognitif Learning Center, semua masuk pasien pertama menjalani EEG Kuantitatif (QEEG) untuk memetakan Aktivitas listrik di setiap wilayah otak. Berikut ini prosedur diagnostik, umpan balik dan penjelasan menyeluruh temuan disediakan. 
    
     Untuk pengobatan sendiri, kami menerapkan elektroda pada kulit kepala untuk mendengarkan pada aktivitas gelombang otak. Informasi ini diproses oleh komputer, dan kita kemudian ekstrak data tentang frekuensi gelombang otak tertentu kunci. 
    
    Kami menunjukkan pasang surut dan aliran ini kembali kegiatan untuk Pasien, yang mencoba untuk mengubah tingkat aktivitas. Beberapa frekuensi kita ingin mempromosikan, sementara yang lain kita ingin berkurang. Informasi ini disajikan untuk orang dalam bentuk video game atau film, dan pasien secara efektif memainkan video game dengan otaknya. 
    
     Akhirnya aktivitas gelombang otak adalah "berbentuk" ke arah yang lebih diinginkan, kinerja yang lebih diatur. Frekuensi kami menargetkan serta lokasi tertentu pada kulit kepala di mana kita mendengarkan pada otak bervariasi dari pasien ke pasien.


      Terapi neurofeedback adalah salah satu pilihan terapi yang menjanjikan saat ini untuk penanganan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder). Tujuan terapi adalah membuat pasien mengubah cara kerja otaknya sehingga fungsinya lebih optimal, tidak seperti seseorang dengan ADHD. 

Senin, 04 Mei 2015

Kenali gangguan Bipolar dan obati secepatnya.!!!!!

Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis,misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif.
Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi, penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada sebagian penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Ada juga yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling).Selain itu, ada juga penderita gangguan bipolar yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Contohnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state).


Diagnosis gangguan bipolar

Dibutuhkan evaluasi psikologis untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Dalam hal ini, dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya. Selain itu, dokter juga biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang berkaitan dengan episode mania atau depresi.Karena ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala yang sama seperti gangguan bipolar, yaitu hipotiroid dan hipertiroid, maka pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan dua penyakit tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.

Pengobatan gangguan bipolar

Tujuan penanganan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan.Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).

Kamis, 23 April 2015

Solusi Bagi Anak ADHD

OPTIMALISASI PENCAPAIAN AKADEMIK ANAK ADHD


Meningkatkan memory & cara belajar anak ADHD dengan strategi khusus..,,
Tahap belajar tersebut harus berdasarkan proses berfikir, mengingat & membuat peta konsep, sehingga terbentuklah memory jangka panjang & membuat recall memory menjadi lebih baik.
Tahapan tersebut meliputi bagaimana meningkatkan atensi & konsentrasi, meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan analisa pemecahan masalah, meningkatkan kreatifitas dalam berfikir, kemampuan berbahasa, berkomunikasi
sampai dengan mengelola emosi & perilaku.
Talenta Center menyediakan terapis untuk melatih permasalahan pada anak ADHD tersebut, agar bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Model sesi pembelajaran untuk memperbaiki pola belajar & perilaku anak ADHD di Talenta Center





Kamis, 09 April 2015

School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!


School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!

School Refusal (Menolak Sekolah) adalah anak tidak mau sekolah lagi atau pernah sekolah tapi tiba-tiba tanpa alasan yang jelas mogok bahkan tidak mau lagi melanjutkan sekolah. Pada dasarnya mereka tidak mau sekolah dikarenakan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah psikiatri:

1. Separation anxiety/ Cemas Perpisahan, adalah ketakutan berpisah dengan orang yang dekat dengan dirinya (orang tua/ibu/pengasuh). 

2. Generalized anxiety/cemas menyeluruh, adalah ketakutan terjadi sesuatu pada dirinya atau bayangan-bayangan yang menakutkan misalnya, takut terjadi kebakaran karena menonton Tv tentang kebakaran, atau sesuatu yang dibayangkan sangat menakutkan,yang terjadi hampir sepanjang hari.

3. Depresi, adalah perasaan sedih, putus asa, hilang minat untuk pergi sekolah atau motivasi untuk sekolah.

4. Bullying, adalah kekerasan psikis atau fisik yang dialami oleh sorang anak.

Menolak sekolah merupakan kedaruratan jiwa anak karena bergitu pentingnya sekolah bagi setiap anak. Ketika seorang anak tidak bersekolah tanpa alasan yang jelas (bukan karena ekonomi), kemungkinan besar akan menyebabkan kegagalan lain yang lebih berat.

Ketika seorang anak menolak sekolah maka yang perlu dilakukan adalah asesmen atau identifikasi penyebabnya dan segera lakukan terapi dan penanganan yang optimal.

Terapi Mindfullness adalah salah satu terapi yang dikembangkan ditalenta center dengan pendekatan kognitif dan perilaku yang merubah pola pikir, pengendalian emosi sehingga terjadi perubahan perilaku. Teknik mindfullness yang dikembangkan dibagi menjadi 8 tahapan/langkah menuju perubahan pola pikir dan perilaku.

Pilihlah sekolah yang menyenangkan bagi anak.!!!