Tampilkan postingan dengan label psyhological. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psyhological. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2018

Selasa, 22 Agustus 2017

Apa itu bipolar? Dan Penybabnya?



Gangguan Bipolar atau Bipolar Disorder adalah perubahan mood atau suasana perasaan yang ekstrim pada seseorang. Pada satu masa seseorang memiliki keadaan emosi memuncak dan amat bahagia atau disebut manik, namun pada waktu yang lain berubah menjadi sebaliknya, hanya hipomanik bahkan menjadi sangat depresi. Oleh sebab itu gangguan bipolar ini juga dapat disebut dengan “manic depression”.



Kedua mood ini dapat berubah-ubah tanpa terkontrol. Perubahan mood seperti ini dapat terjadi beberapa kali dalam satu tahun, bahkan bila kondisinya parah dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu.

Kondisi manik atau emosi yang memuncak tidak selalu ditandai dengan orang yang selalu marah-marah. Dalam hal ini dikatakan manik, dimana tidak hanya berupa marah-marah, tetapi juga luapan ekspresi yang berlebihan. Contoh beberapa gejala dari orang yang mengalami episode manik, antara lain :
Ø Merasa sangat senang berlebihan atau euphoria
Ø Kepercayaan diri yang sangat meningkat
Ø Memiliki banyak energi
Ø Melakukan aktivitas yang jauh lebih banyak atau lebih aktif dari biasanya
Ø Waktu tidur yang sangat sebentar
Ø Berbicara sangat cepat mengenai banyak hal yang berbeda-beda
Ø Mudah marah dan tersinggung
Ø Memiliki pemikiran yang sangat cepat dan berubah-ubah
Ø Merasa dapat melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan
Ø Melakukan hal yang beresiko tinggi, seperti menghambur-hamburkan uang, seks bebas, melakukan hal-hal ekstrim lainnya diluar kebiasaan sehari-hari

Sedangkan seseorang yang sedang mengalami mood depresi dapat diketahui terutama dari aktivitas hobinya. Hobi yang biasa dilakukan, tidak lagi dilakukan atau hilang minat sama sekali. Selain itu dapat juga dijumpai gejala-gejala sebagai berikut :
Ø Merasa sangat sedih, hampa, atau putus asa
Ø Tidak bersemangat atau tidak memiliki energi
Ø Tidak mau melakukan aktivitas apapun
Ø Memiliki gangguan tidur, bisa waktu tidur yang terlalu sediki atau bahkan terlalu lama
Ø Merasa tidak dapat menikmati hal apapun
Ø Merasa cemas
Ø Sulit berkonsentrasi
Ø Sering lupa
Ø Merasa lemas terus menerus
Ø Mudah menangis berlebihan tanpa alasan yang masuk akal
Ø Mengurung diri di dalam kamar
Ø Sering berpikir tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diri

Gangguan bipolar dapat pula terjadi perubahan mood yang tidak terlalu ekstrim. Sebagai contoh, beberapa kasus gangguan bipolar dengan episode hipomanik dimana gejala-gejalanya lebih ringan dari manik. Pada episode hipomanik, seseorang dapat merasa sangat baik, sangat produktif dan segala sesuatunya berjalan baik, tidak ada kesalahan. Akan tetapi keluarga dan orang-orang di sekitarnya dapat merasakan adanya perubahan mood atau perubahan aktivitas dari orang-orang dengan gangguan bipolar. Episode hipomanik biasanya hanya berlangsung selama 4 hari, sedangkan episode manik dapat berlangsung minimal 1 minggu. Tanpa adanya penanganan yang tepat, maka orang yang dengan gangguan hipomanik dapat berkembang menjadi manik. Bipolar disorder merupakan kondisi murni karena gangguan mental, bukan karena penyebab lain seperti efek samping penggunaan alcohol, obat-obatan, atau pengaruh penyakit tertentu.

Penyebab dan Faktor Resiko bipolar disorder

Terjadinya gangguan bipolar diyakini tidak hanya disebabkan oleh 1 faktor saja, melainkan banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan bipolar, diantaranya :

Struktur dan fungsi otak
Mekanisme kerja otak pada orang dengan gangguan bipolar dengan orang normal atau dengan gangguan mental lain, memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Hal ini penting untuk diketahui untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk tiap-tiap gangguan mental.
Genetik
Ada kecenderungan bahwa gangguan bipolar dipengaruhi oleh faktor genetik, namun tidak selalu. Apabila ada 2 bayi kembar identik, salah satu bayi mengalami gangguan bipolar, maka bayi yang satu lagi belum tentu akan mengalami gangguan bipolar juga walaupun memiliki genetik yang sama.
Keturunan
Anak yang memiliki riwayat keluarga, orang tua atau saudara kandung dengan gangguan bipolar, maka cenderung akan memiliki gangguan bipolar juga. Penegakan Diagnosis

Senin, 10 Oktober 2016

Memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2016

Dignity in Mental Health Psychological and Mental Health First Aid for all 

 (Martabat bagi kesehatan jiwa dan pertolongan pertama psikologis dan kesehatan jiwa bagi semua)

Memaknai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2016..

Kesehatan jiwa menurut UU no 18 thn 2014, adalah Kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu berkontribusi untuk kepentingan banyak orang. Sejalan dengan makna dari Kesehatan menurut UU No 36 Tahun 2009 yaitu keadaan sehat, fisik, mental, spiritual, sosial agar tercapai kualitas hidup produktif.

WHO memperkirakan tahun 2020 depresi akan menjadi penyebab utama dari ketidakmampuan seorang individu di seluruh dunia dan gangguan jiwa akan menyumbang sekitar 15% dari angka kesakitan global. Oleh karenanya mengantisipasi kemungkinan diatas, tema hari kesehatan jiwa sedunia kali dimaknai sebagai martabat dalam kesehatan jiwa diselaraskan dengan tujuan Pembangunan manusia khususnya manusia di Indonesia suutuhnya.

Memaknai peringatan Hari Kesehatan Jiwa dalam konteks ini tidak dapat dipungkiri bahwa sudah adanya kondisi prihatin. Apakah kesehatan jiwa bangsa ini sedang dalam keadaan sakit? Sakit secara mental ,sosial dan spiritual. Ditandai dengan maraknya angka kejahatan, kejadian kekerasan pada anak, kemiskinan makin meluas, banyaknya koruptor berseliweran dinegri ini dengan nyaman tanpa ada rasa berdosa.

Rasa ketidaknyaman dan kepedihan yang dirasakan banyak orang. Seringnya kegaduhan –kegaduhan serta kepanikan yang membangkitkan ketidaknyamanan, yang seringkali menimbulkan luapan emosi walaupun hanya dipicu oleh sebagian kecil masyarakat. Orang yang merasa berkuasa, menampilkan arogansi yang menimbulkan kesakitan dan kepedihan serta luka banyak orang dinegri ini.

Apakah mayoritas negri ini menjadi korban dari ulah segelintir manusia yang tidak sehat jiwa?
Apakah revolusi mental hanya sekedar basa basi tanpa tahu makna harfiah ?


Mengacu pada definisi sehat jiwa bahwa orang sehat jiwa adalah orang yang mencintai diri, mencintai orang lain, mampu menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan diri sendiri dan orang lain, masyarakat dan lingkungan. 

Sudah sehat jiwakah pemimpin dan masyarakat bangsa ini?

Jika tidak sehat jiwa, apa penyebabnya ? 

Jiwa yang sehat didapat jika terpenuhinya kepuasan sejak kecil, yang akan membentuk cikal bakal akar yang kokoh, akan berkembang terus hingga dewasa. akar kokoh akan menjadi sebuah pohon yang baik, yang enak dilihat dan bermanfaat untuk orang banyak.

Jiwa yang sakit akan berdampak pada perilaku ketika dewasa yang berkaitan erat dengan cara berpikir, cara berperan, cara berkata serta cara bertindak. Jiwa yang yang sakit tampak dalam setiap perkataan, perbuatan atau tindakan. Jiwa yang penuh dengan permusuhan, senang melihat orang lain susah, seringkali menularkan ketidaknyamanan dan ketidak bahagiaan kepada orang lain. Secara tidak disadarinya tidak suka dengan keadaan tenang dan damai.

Akar yang sempurna, berdampak pada tumbuhnya pohon yang tidak enak dipandang ataupun dapat dirasakan manisnya buah yang dihasilkan. Akar yang tidak kokoh ini diartikan sebagai penyebab kegelisahan dan ketidakpuasan ketika masa dewasa atau tuanya.

Kegaduhan dan kepanikan yang ditimpakan kepada orang lain dimungkinkan secara uncounscies adalah sebagai ajang mencapai pemuasaan kebutuhan yang tidak terpenuhi ketika kecil dan akhirnya menjadi kenikmatan untuk mencapai kepuasan.

Oleh karena itu dengan tema hari kesehatan jiwa 2016 ini, kita tumbuhkan masyarakat sehat jiwa dari mulai dari kecil bahkan mulai dalam kandungan sehingga akan terbentuknya pemimpin - pemimpin bangsa Indonesia yang tangguh , menyenangkan, menyejukkan, dan berempati kepada sesama.
Semoga dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini kita dapat tumbuhkan Indonesia yang bermatabat, Indonesia beradab dan Indonesia Sehat Jiwa.
Salam sehat jiwa.