QEEG & Neurofeedback Interpretation in clinical setting (Cognitive Impairment, ADHD Learning Disability Depression, Epilepsi etc)
Tampilkan postingan dengan label Depresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depresi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Juli 2018
Jumat, 27 April 2018
ISLAMIC GREEN SCHOOL
INFORMATION SCHOOL :
TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec.
Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi ☎ 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS
Bina Talenta
Jumat, 20 April 2018
EARTH DAY 2018
Bumi memanggil, Saatnya beraksi, Yuks ikut kumpul dan bergabung bersama
*Talenta Center & Islamic Green School* dalam perayaan *EarthDay 2018 "End Plastic
Pollution"*
Sampah plastik menjadi permasalahan besar pada saat ini. Ilmuwan AS telah menghitung plastik yang pernah dibuat selama ini mencapai 8,3 miliar ton.
Bobot 8,3 miliar ton ini setara dengan berat 25.000 gedung Empire State di New York atau satu miliar gajah.
Masalah terbesarnya adalah barang-barang plastik, seperti kemasan, cenderung digunakan dengan sangat cepat sebelum kemudian dibuang.
Lebih dari 70% total produksi plastik itu kini menjadi sampah dan sebagian besar dikirim ke tempat pembuangan akhir - dan sebagian besarnya mencemari lingkungan, termasuk lautan.
Masalah ini saatnya menjadi perhatian bersama, Hari Bumi tanggal 22 April kali ini pun mengambil tema #endplasticpollution.
kita butuh untuk menjaga bumi, sampah, polusi yang dibuat saat ini akan berdampak pada generasi mendatang
Tunjukan kepedulian kamu dengan mengikuti FUN WALK pada *ahad 22 April 2018*
jam 06.30 @cfd bekasi kumpul di pintu timur GOR Bekasi
Dresscode : warna hijau
Acara lainnya yang menarik : Orasi Kebumian, Earth permormance farming workshop, juga ada pembagian bibit gratis dan Earth Day Quiz
Marii menjadi bagian dari sejarah menjaga bumi kita
Sampah plastik menjadi permasalahan besar pada saat ini. Ilmuwan AS telah menghitung plastik yang pernah dibuat selama ini mencapai 8,3 miliar ton.
Bobot 8,3 miliar ton ini setara dengan berat 25.000 gedung Empire State di New York atau satu miliar gajah.
Masalah terbesarnya adalah barang-barang plastik, seperti kemasan, cenderung digunakan dengan sangat cepat sebelum kemudian dibuang.
Lebih dari 70% total produksi plastik itu kini menjadi sampah dan sebagian besar dikirim ke tempat pembuangan akhir - dan sebagian besarnya mencemari lingkungan, termasuk lautan.
Masalah ini saatnya menjadi perhatian bersama, Hari Bumi tanggal 22 April kali ini pun mengambil tema #endplasticpollution.
kita butuh untuk menjaga bumi, sampah, polusi yang dibuat saat ini akan berdampak pada generasi mendatang
Tunjukan kepedulian kamu dengan mengikuti FUN WALK pada *ahad 22 April 2018*
jam 06.30 @cfd bekasi kumpul di pintu timur GOR Bekasi
Dresscode : warna hijau
Acara lainnya yang menarik : Orasi Kebumian, Earth permormance farming workshop, juga ada pembagian bibit gratis dan Earth Day Quiz
Marii menjadi bagian dari sejarah menjaga bumi kita
Selasa, 19 September 2017
PELATIHAN PENDAMPING INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS
Selasa, 22 Agustus 2017
Apa itu bipolar? Dan Penybabnya?
Gangguan
Bipolar atau Bipolar Disorder adalah perubahan mood atau suasana perasaan yang
ekstrim pada seseorang. Pada satu masa seseorang memiliki keadaan emosi
memuncak dan amat bahagia atau disebut manik, namun pada waktu yang lain
berubah menjadi sebaliknya, hanya hipomanik bahkan menjadi sangat depresi. Oleh
sebab itu gangguan bipolar ini juga dapat disebut dengan “manic depression”.
Kedua
mood ini dapat berubah-ubah tanpa terkontrol. Perubahan mood seperti ini dapat
terjadi beberapa kali dalam satu tahun, bahkan bila kondisinya parah dapat
terjadi beberapa kali dalam seminggu.
Kondisi
manik atau emosi yang memuncak tidak selalu ditandai dengan orang yang selalu
marah-marah. Dalam hal ini dikatakan manik, dimana tidak hanya berupa
marah-marah, tetapi juga luapan ekspresi yang berlebihan. Contoh beberapa
gejala dari orang yang mengalami episode manik, antara lain :
Ø Merasa sangat senang berlebihan atau
euphoria
Ø Kepercayaan diri yang sangat
meningkat
Ø Memiliki banyak energi
Ø Melakukan aktivitas yang jauh lebih
banyak atau lebih aktif dari biasanya
Ø Waktu tidur yang sangat sebentar
Ø Berbicara sangat cepat mengenai
banyak hal yang berbeda-beda
Ø Mudah marah dan tersinggung
Ø Memiliki pemikiran yang sangat cepat
dan berubah-ubah
Ø Merasa dapat melakukan banyak hal
dalam waktu yang bersamaan
Ø Melakukan hal yang beresiko tinggi,
seperti menghambur-hamburkan uang, seks bebas, melakukan hal-hal ekstrim
lainnya diluar kebiasaan sehari-hari
Sedangkan
seseorang yang sedang mengalami mood depresi dapat diketahui terutama dari
aktivitas hobinya. Hobi yang biasa dilakukan, tidak lagi dilakukan atau hilang
minat sama sekali. Selain itu dapat juga dijumpai gejala-gejala sebagai berikut
:
Ø Merasa sangat sedih, hampa, atau
putus asa
Ø Tidak bersemangat atau tidak
memiliki energi
Ø Tidak mau melakukan aktivitas apapun
Ø Memiliki gangguan tidur, bisa waktu
tidur yang terlalu sediki atau bahkan terlalu lama
Ø Merasa tidak dapat menikmati hal
apapun
Ø Merasa cemas
Ø Sulit berkonsentrasi
Ø Sering lupa
Ø Merasa lemas terus menerus
Ø Mudah menangis berlebihan tanpa
alasan yang masuk akal
Ø Mengurung diri di dalam kamar
Ø Sering berpikir tentang kematian atau
keinginan untuk bunuh diri
Gangguan
bipolar dapat pula terjadi perubahan mood yang tidak terlalu ekstrim. Sebagai
contoh, beberapa kasus gangguan bipolar dengan episode hipomanik dimana
gejala-gejalanya lebih ringan dari manik. Pada episode hipomanik, seseorang
dapat merasa sangat baik, sangat produktif dan segala sesuatunya berjalan baik,
tidak ada kesalahan. Akan tetapi keluarga dan orang-orang di sekitarnya dapat
merasakan adanya perubahan mood atau perubahan aktivitas dari orang-orang
dengan gangguan bipolar. Episode hipomanik biasanya hanya berlangsung selama 4
hari, sedangkan episode manik dapat berlangsung minimal 1 minggu. Tanpa adanya
penanganan yang tepat, maka orang yang dengan gangguan hipomanik dapat
berkembang menjadi manik. Bipolar disorder merupakan kondisi murni karena
gangguan mental, bukan karena penyebab lain seperti efek samping penggunaan
alcohol, obat-obatan, atau pengaruh penyakit tertentu.
Penyebab dan Faktor Resiko bipolar
disorder
Terjadinya
gangguan bipolar diyakini tidak hanya disebabkan oleh 1 faktor saja, melainkan
banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan bipolar,
diantaranya :
Struktur dan fungsi otak
Mekanisme
kerja otak pada orang dengan gangguan bipolar dengan orang normal atau dengan
gangguan mental lain, memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Hal ini penting
untuk diketahui untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk tiap-tiap gangguan
mental.
Genetik
Ada
kecenderungan bahwa gangguan bipolar dipengaruhi oleh faktor genetik, namun
tidak selalu. Apabila ada 2 bayi kembar identik, salah satu bayi mengalami
gangguan bipolar, maka bayi yang satu lagi belum tentu akan mengalami gangguan
bipolar juga walaupun memiliki genetik yang sama.
Keturunan
Anak
yang memiliki riwayat keluarga, orang tua atau saudara kandung dengan gangguan
bipolar, maka cenderung akan memiliki gangguan bipolar juga. Penegakan
Diagnosis
Selasa, 11 April 2017
Kamis, 02 Juli 2015
Neurofeedback adalah alat unik untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan meningkatkan kinerja otak
Apakah Neurofeedback?
Neurofeedback terapi melibatkan pelatihan langsung dari fungsi otak, di mana Otak Belajar untuk berfungsi lebih efisien. Pada Solusi Kognitif, kita amati otak dalam tindakan dari saat ke saat, dan menunjukkan informasi yang kembali ke orang tersebut. Melalui umpan balik visual dan pendengaran, otak dihargai untuk mengubah kegiatan sendiri dengan pola yang lebih tepat. Ini adalah bertahap proses belajar, dan berlaku untuk setiap aspek dari fungsi otak yang kita dapat ukur.
Neurofeedback kadang-kadang disebut Biofeedback EEG, karena didasarkan pada aktivitas otak listrik (electroencephalogram atau EEG). Neurofeedback dasarnya pelatihan dalam pengaturan diri. Pengaturan diri merupakan bagian penting dari fungsi otak yang baik, dan self-regulasi pelatihan memungkinkan sistem saraf pusat untuk berfungsi pada tingkat optimal.
Siapa yang akan diuntungkan Neurofeedback?
Neurofeedback menangani masalah-masalah sebagian besar dari disregulasi otak. Ini terjadi untuk menjadi banyak, dan mencakup spektrum kecemasan-depresi, defisit perhatian dan masalah belajar, gangguan perilaku, gangguan tidur, migrain, serta PMS dan gangguan emosional. Neurofeedback juga berguna untuk kondisi otak organik seperti kejang, spektrum autisme, dan cerebral palsy.
Bagaimana Neurofeedback bekerja?
Pada Solusi Kognitif Learning Center, semua masuk pasien pertama menjalani EEG Kuantitatif (QEEG) untuk memetakan Aktivitas listrik di setiap wilayah otak. Berikut ini prosedur diagnostik, umpan balik dan penjelasan menyeluruh temuan disediakan.
Untuk pengobatan sendiri, kami menerapkan elektroda pada kulit kepala untuk mendengarkan pada aktivitas gelombang otak. Informasi ini diproses oleh komputer, dan kita kemudian ekstrak data tentang frekuensi gelombang otak tertentu kunci.
Kami menunjukkan pasang surut dan aliran ini kembali kegiatan untuk Pasien, yang mencoba untuk mengubah tingkat aktivitas. Beberapa frekuensi kita ingin mempromosikan, sementara yang lain kita ingin berkurang. Informasi ini disajikan untuk orang dalam bentuk video game atau film, dan pasien secara efektif memainkan video game dengan otaknya.
Akhirnya aktivitas gelombang otak adalah "berbentuk" ke arah yang lebih diinginkan, kinerja yang lebih diatur. Frekuensi kami menargetkan serta lokasi tertentu pada kulit kepala di mana kita mendengarkan pada otak bervariasi dari pasien ke pasien.
Terapi neurofeedback adalah salah satu pilihan terapi yang menjanjikan saat ini untuk penanganan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder). Tujuan terapi adalah membuat pasien mengubah cara kerja otaknya sehingga fungsinya lebih optimal, tidak seperti seseorang dengan ADHD.
TOPIK :
ABK,
ADHD,
adhd center.,
Agresifitas,
AUTIS,
Autisme,
cemas,
Depresi,
Gangguan kepribadian,
gangguan perilaku,
hiperaktif,
pengobatan,
school refusal,
solusi adhd,
stress,
terapi,
tes penunjang adhd
Senin, 04 Mei 2015
Kenali gangguan Bipolar dan obati secepatnya.!!!!!
Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan
suasana hati secara fluktuatif dan drastis,misalnya tiba-tiba menjadi
sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan
bipolar adalah manik depresif.
Terdapat dua episode dalam
gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase
turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat
bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi,
penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas
sehari-hari.
Berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada
sebagian penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di
antara mania dan depresi. Ada juga yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling).Selain
itu, ada juga penderita gangguan bipolar yang mengalami mania dan
depresi secara bersamaan. Contohnya, ketika penderita merasa sangat
berenerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus
asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state).
Diagnosis gangguan bipolar
Dibutuhkan
evaluasi psikologis untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Dalam hal ini,
dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati
yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya. Selain itu, dokter juga
biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang
berkaitan dengan episode mania atau depresi.Karena ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala yang sama seperti gangguan bipolar, yaitu hipotiroid dan hipertiroid, maka pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan dua penyakit tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.
Pengobatan gangguan bipolar
Tujuan penanganan
gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya
episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara
normal dan membaur dengan lingkungan.Selain memperbaiki pola hidup,
penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan
dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).
Kamis, 09 April 2015
School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!
School Refusal......... Kedaruratan Jiwa Anak!!!!!!
School Refusal (Menolak Sekolah) adalah anak tidak mau sekolah lagi atau pernah sekolah tapi tiba-tiba tanpa alasan yang jelas mogok bahkan tidak mau lagi melanjutkan sekolah. Pada dasarnya mereka tidak mau sekolah dikarenakan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah psikiatri:
1. Separation anxiety/ Cemas Perpisahan, adalah ketakutan berpisah dengan orang yang dekat dengan dirinya (orang tua/ibu/pengasuh).
2. Generalized anxiety/cemas menyeluruh, adalah ketakutan terjadi sesuatu pada dirinya atau bayangan-bayangan yang menakutkan misalnya, takut terjadi kebakaran karena menonton Tv tentang kebakaran, atau sesuatu yang dibayangkan sangat menakutkan,yang terjadi hampir sepanjang hari.
3. Depresi, adalah perasaan sedih, putus asa, hilang minat untuk pergi sekolah atau motivasi untuk sekolah.
4. Bullying, adalah kekerasan psikis atau fisik yang dialami oleh sorang anak.
Menolak sekolah merupakan kedaruratan jiwa anak karena bergitu pentingnya sekolah bagi setiap anak. Ketika seorang anak tidak bersekolah tanpa alasan yang jelas (bukan karena ekonomi), kemungkinan besar akan menyebabkan kegagalan lain yang lebih berat.
Ketika seorang anak menolak sekolah maka yang perlu dilakukan adalah asesmen atau identifikasi penyebabnya dan segera lakukan terapi dan penanganan yang optimal.
Terapi Mindfullness adalah salah satu terapi yang dikembangkan ditalenta center dengan pendekatan kognitif dan perilaku yang merubah pola pikir, pengendalian emosi sehingga terjadi perubahan perilaku. Teknik mindfullness yang dikembangkan dibagi menjadi 8 tahapan/langkah menuju perubahan pola pikir dan perilaku.
Pilihlah sekolah yang menyenangkan bagi anak.!!!
Pilihlah sekolah yang menyenangkan bagi anak.!!!
TOPIK :
ADHD,
anak berkebututhan khusus,
Autisme,
Bullying,
cemas,
Depresi,
gangguan perilaku,
Islamic Green School.,
Karakter,
Media Coverage,
menolak sekolah,
Mindfulness,
school refusal
Jumat, 31 Oktober 2014
Cybersex Pada Remaja
Pada suatu pagi, untuk pertama kalinya saya bertemu dan menangani seorang
remaja dengan depresi berat yang juga disertai kecanduan cybersex. Tidak hanya itu, depresi tersebut juga mengarahkan pasien
saya ini ke percobaan bunuh diri. Wah, sungguh mencengangkan ya.
Untuk remaja berumur 14 tahun ia terlihat begitu cerdas lho, hal itu tercermin
dari tutur bahasa dan logika berpikirnya yang sebenarnya sangat baik. Sungguh
miris rasanya mendengar seluruh ceritanya kemudian. HalSetelah ditelusuri lebih jauh, sangat
disayangkan ternyata konflik yang dialami sebenarnya berasal dari konflik dengan kedua orangtuanya.
Menurutnya, ia dan orangtuanya selalu berbeda pendapat sehingga ia diperlakukan seperti bukan anak kandung sendiri. Melalui cerita yang
dituturkan oleh pasien saya ini, terkuak pula sebab depresi yang dialaminya
juga dikarenakan
putus cinta dengan pasangan dunia maya yang ia miliki.
Pasangan dunia maya? hmm...saya pun merasa perlu mendengar lebih jauh untuk
mengetahui apa sebenarnya maksud penuturannya itu.
Awalnya saya berpikir, jangan-jangan ia dan pasangan dunia maya itu sudah
membawanya ke hubungan seksual secara nyata dan berkali-kali. Tapi ia tetap
berikeras bahwa ia hanya berhubungan melalui video call saja, tidak lebih dari
itu.
Pada akhirnya, ia kini merasa sangat menyesal karena telah berhubungan
terlalu jauh dengan teman-temannya di dunia maya. Beberapa nama ia sebutkan
dalam rasa sesal yang ia paparkan.
Wah...kini saya jadi bisa lebih membayangkan bagaimana sih sebenarnya
aktivitas cybersex itu. Membuat saya sekaligus menjadi lebih yakin lagi atas
bahaya yang dapat ditimbulkannya.
Dengan pertimbangan adanya gejala depresi dan usaha bunuh diri, saya memutuskan
untuk merawat
anak tersebut di rumah sakit, diharapkan penanganan ini
juga dapat
menghilangkan pikiran negatif tentang
seks
pada dirinya yang masih belia.
Pasien ini perlu dirawat untuk
mendapatkan penanganan intensif karena selain membutuhkan konseling, pasien ini
memerlukan obat - obatan (psikofarmaka) yang dibantu dengan terapi
elektromagnetik neurofeedback. Hal ini bertujuan untuk mengurangi adiksi dan
gejala depresi yang dideritanya. Kombinasi terapi dibutuhkan untuk mempercepat
pemulihan dan tentu harus berdasarkan persetujuan orangtua, mengingat pasien
harus masuk sekolah lagi.
Tampaklah penyesalan kedua orangtuanya, mudah-mudahan dukungan keluarga dan keinginan dari pasien untuk sembuh akan mempercepat pemulihan mental anak tersebut .
Cybersex dan
Dunia Remaja
Seperti yang kita ketahui, cybersex sebenarnya bukanlah hal yang baru.
Dunia maya yang kini begitu dekat dengan generasi muda diam-diam menjadi salah
satu gerbang akses terhadap aktivitas berbahaya ini.
Cybersex
adalah melakukan seks secara online atau melakukan chat
seputar seks. Biasanya anak yang mengalami kecanduan
ini memiliki kontrol diri yang rendah dan
emosionalnya bermasalah. Dari pasien diatas jelas bahwa kontrol
diri rendah dikarenakan beban
psikologisnya.
Bagi
para orangtua, sebaiknya mulai menjaga buah hatinya akan bahaya ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya :
- Kenali emosi anak Anda
- Sesekali periksa aktivitas dunia maya anak
- Bangun kedekatan emosial dengan anak
- Berikan sex education kepada anak
Oleh :

Langganan:
Postingan (Atom)



















