Tampilkan postingan dengan label Dislexia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dislexia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2018

FESTIVAL BUDAYA JAWA - ISLAMIC GREEN SCHOOL




INFORMATION SCHOOL :


TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta

Jumat, 27 April 2018

ISLAMIC GREEN SCHOOL - Jadilah bijaksana, baik dan kesabaran menjadi indah anda.



INFORMATION SCHOOL :


TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta

Senin, 23 April 2018

Kesulitan Menghitung (diskalkulia) Pada Anak





Diskalkulia
Anak dengan kesulitan menghitung memiliki masalah dalam mempelajari dan mengingat angka, tidak mengingat fakta dasar mengenai angka, dan lambat serta tidak akurat di dalam menghitung. Pencapaian yang buruk di dalam 4 kelompok keterampilan telah diidentifikasi di dalam gangguan matematika4:
-          Keterampilan linguistik (yang terkait dengan pemahaman istilah matematis dan mengubah soal tertulis menjadi symbol matematika)
-          Keterampilan persepsi (kemampuan mengenali dan memahami simbol dan mengurutkan serangkaian angka)
-          Keterampilan matematis (penambahan, pengurangan, pengalian, pembagian dasar, dan serangkaian operasi matematika dasar)
-          Keterampilan atensional (menyalin angka dengan tepat serta mengamati simbol-simbol operasional dengan benar)


Epidemiologi
Prevalensi kesulitan menghitung (gangguan matematika) sendiri diperkirakan terjadi dalam kira-kira 1% anak-anak usia sekolah, yaitu kira-kira 1 dari 5 anak dengan gangguan belajar. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa hingga 6% anak-anak usia sekolah memiliki kesulitan dalam matematika. Gangguan matematika dapat terjadi dengan frekuensi yang lebih tinggi pada anak perempuan. 4
Komorbiditas
Gangguan matematika lazim ditemukan bersamaan dengan gangguan membaca dan gangguan menulis. Anak dengan gangguan matematika juga dapat memiliki risiko tinggi mengalami gangguan bahasa ekspresif, gangguan campuran bahasa reseptif-ekspresif, serta gangguan kondisi perkembangan. 4
Etiologi
Timbulnya gangguan matematika, serupa dengan gangguan belajar lain, cenderung disebabkan setidaknya sebagian oleh faktor genetik. Suatu teori awal mengajukan defisit neurologis di hemisfer serebri kanan, terutama pada area lobus oksipitalis. Regio ini bertanggungjawab untuk memproses stimulus visuospasial yang selanjutnya bertanggungjawab untuk keterampilan matematika.4
Saat ini, penyebabnya dianggap multifaktor, sehingga faktor kematangan, kognitif, emosional, pendidikan, dan sosioekonomik turut berperan di dalam berbagai derajat dan kombinasi untuk gangguan matematika.4
Gambaran Klinis
Gambaran kesulitan menghitung yang lazim ditemukan mencakup kesulitan dengan berbagai komponen matematika, seperti mempelajari nama angka, mengingat tanda untuk penambahan dan pengurangan, mempelajari tabel perkalian, menerjemahkan soal dalam kata menjadi perhitungan, dan melakukan perhitungan dengan kecepatan yang diharapkan. Gangguan matematika sering terdapat bersamaan dengan gangguan lain dalam hal membaca, menulis, koordinasi, dan bahasa ekspresif serta reseptif.4
Penanganan Kesulitan Menghitung Pada Anak

Terapi yang paling efektif untuk kesulitan menghitung menggabungkan antara mengajarkan konsep matematika dengan praktik terus-menerus di dalam menyelesaikan soal matematika. Defisit keterampilan sosial dapat turut berperan di dalam keengganan anak untuk meminta bantuan sehingga anak yang diidentifikasi dengan kesulitan menghitung bisa mendapatkan keuntungan dari mendapatkan keterampilan menyelesaikan masalah di dalam lingkungan sosial juga di dalam matematika. 

Kamis, 19 April 2018

INDEPTH : Maniak Game Online

Game online merampas waktu 2,2 miliar penduduk bumi. Sebanyak 43,7 juta orang di antaranya adalah warga Indonesia. Karenanya jangan ditanya nilai industri game ini sangat menggiurkan. Di Indonesia saja ditaksir mencapai Rp 11,9 triliun. Mereka yang terpapar game online ada yang melakukannya dengan main-main atau mencari kesenangan dan ada yang sudah tergila-gila alias maniak. 


Jumat, 13 April 2018

ISLAMIC GREEN SCHOOL - We don't grow when things are easy, we grow when we face challenges




INFORMATION SCHOOL :

TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta

Rabu, 11 April 2018

APA ITU DYSLEXIA (Kesulitan Membaca) ?



Menurut DSM-IV, disleksia didefinisikan sebagai pencapaian membaca di bawah tingkat yang diharapkan untuk usia, pendidikan, dan intelegensia anak; hendaya ini secara signifikan menganggu keberhasilan akademik atau aktivitas harian yang melibatkan membaca. Gangguan ini ditandai dengan gangguan kemampuan mengenali kata, membaca dengan lambat dan tidak akurat, serta pemahaman yang buruk. Di samping itu, anak dengan gangguan defisit atensi/hiperaktivitas (ADHD) memiliki risiko tinggi gangguan membaca.4

 Epidemiologi
 Suatu perkiraan sebesar 4% anak usia sekolah di Amerika Serikat memiliki gangguan membaca; studi prevalensi menemukan angka yang berkisar antara 2 dan 8%. Anak laki-laki tiga hingga empat kali lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan dilaporkan memiliki ketidakmampuan membaca pada sampel yang dirujuk secara klinis. Studi epidemiologis yang teliti menemukan angka yang hampir sama antara anak laki-laki dan perempuan yang memiliki gangguan membaca. Anak laki-laki dengan gangguan membaca mungkin lebih sering dirujuk untuk evaluasi dibandingkan anak perempuan karena masalah perilaku yang sering terkait.4
  
Komorbiditas
Anak dengan kesulitan membaca memiliki risiko yang lebih tinggi dari rata-rata untuk mengalami juga masalah perhatian, gangguan perilaku yang menganggu (contoh gangguan tingkah laku), dan gangguan depresif, terutama pada anak yang lebih tua serta remaja. Data mengesankan bahwa hingga 25% anak dengan gangguan membaca juga memiliki ADHD. Studi keluarga menunjukkan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor genetik yang sama yang menyebabkan gangguan membaca dan sindrom yang terkait dengan perhatian. Anak dengan gangguan membaca memiliki angka depresi yang lebih tinggi dari rata-rata pada laporan diri sendiri dan mengalami tingkat gejala ansietas yang lebih tinggi dibandingkan anak tanpa gangguan belajar.4

Etiologi
Tidak ada satu etiologi tunggal pun yang diidentifikasikan sebagai penyebab kesulitan membaca; faktor genetik, faktor perkembangan, dan faktor lingkungan dapat turut berperan terhadap defisit inti gangguan membaca.4
Banyak studi menyokong hipotesis bahwa faktor genetik memainkan peran utama pada adanya gangguan membaca. Studi menunjukkan bahwa 35-40% kerabat derajat pertama anak dengan gangguan membaca juga memiliki derajat tertentu hendaya bahasa.4
Insiden gangguan membaca yang lebih tinggi dari rata-rata terdapat pada anak dengan intelegensi normal yang mengalami palsi serebral. Insiden gangguan membaca yang sedikit meningkat terdapat di antara anak-anak yang mengalami epilepsi. Komplikasi selama kehamilan: kesulitan prenatal dan perinatal termasuk prematuritas, dan berat lahir rendah lazim ada di dalam riwayat anak dengan gangguan membaca.4 

Gambaran Klinis
Anak yang mengalami gangguan membaca biasanya dapat diidentifikasi pada usia 7 tahun (kelas 2). Kesulitan membaca dapat tampak jelas pada anak di dalam kelas saat keterampilan membaca diharapkan diperoleh pada kelas 1. Masalah-masalah yang terkait mencakup kesulitan berbahasa, sering ditunjukkan dengan gangguan diskriminasi bunyi dan kesulitan merangkai kata-kata yang sesuai. Sebagian besar anak dengan gangguan membaca tidak menyukai dan menghindari membaca serta menulis.

Kesulitan untuk memaknai simbol, huruf, dan angka melalui persepsi visual dan auditoris. Hal ini akan berdampak pada kemampuan membaca pemahaman. Adapun bentuk-bentuk kesulitan membaca di antaranya berupa3:
-          Penambahan (Addition)
Menambahkan huruf pada suku kata
Contoh: suruh à disuruh; gula à gulka; buku à bukuku
-          Penghilangan (Omission)
Menghilangkan huruf pada suku kata
Contoh: kelapa à lapa; kompor à kopor; kelas à kela
-          Pembalikan kiri-kanan (Inversion)
Membalikkan bentuk huruf, kata, ataupun angka dengan arah terbalik kiri-kanan.
Contoh: buku à duku; palu à lupa; 3 à m
-          Pembalikan atas-bawah (ReversalI)
Membalikkan bentuk huruf, kata, ataupun angka dengan arah terbalik atas-bawah.
Contoh: m à w; u à n; nana à uaua; mama à wawa; 2 à 5; 6 à 9
-          Penggantian (Substitusi)
Mengganti huruf atau angka.
Contoh: mega à meja; nanas à mamas; 3 à 8

DAFTAR PUSTAKA

Hallhan, D.F. , : Kauffman, J.M. ; & Lloyd, J.W. , ( 1985 ) Introduction to Learning Disabilitis, New Jersey : Prentice-Hall Inc
Harwell, Joan M. 2000. Information & Materials for LD, New York: The Center of Applied Research in Education.
Kirk, S.A, & Gallagher, J.J. (1986). Educating Exceptional Children 5th ed. Boston: Houghton Mifflin Company.
Benjamin J. Sadock, Virginia A. Sadock. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Kaplan & Sadock. Edisi 2.
Muhammada, Jamila. 2007. Special education for special children. Alih Bahasa: Edy Sembodo. Jakarta : Hikmah
Yulinda E. S. Kesulitan Belajar. Magistra No.73 Th XXII September 2010