Rabu, 06 Januari 2016




Banyak cara untuk mengetahui bakat anak. Beberapa tes dengan biaya mahal dilakukan orang tua untuk sekedar tahu bakat anak. Kadangkala menjadi tidak realitis lagi, karena tidak sesuai dengan kapasitas si anak tersebut untuk mengerjakannya, apalagi jika anak berkebutuhan khusus.

Mengenal berbagai kecerdasan anak berkebutuhan khusus lebih dini sangat membantu untuk mengoptimalkan kemampuan dan mengasah sedini mungkin. 

Berikut berbagai macam tipe kecerdasan yang cukup membantu mengenali minat anak anda :

1.      KECERDASAN LINGUISTIK-CERDAS BERBAHASA
  Kemampuan menyampaikan hal-hal yang dipikirkan oleh anak kedalam kata-kata.Berbicara mudah dipahami orang lain.

2.  KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA 
    Kemampuan menggunakan logika atau memilik kemampuan untuk memecahkan masalah dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

3.    KECERDASAN VISUAL SPASIAL-CERDAS RUANG DAN GAMBAR 
      Kemampuan anak untuk menuangkan ide dalam bentuk gambar.

4.    KECERDASAN KINESTETIK-CERDAS GERAK TUBUH
      Anak dengan keterampilan gerak tubuh dalam setiap kegiatannya.

5.    KECERDASAN NATURALIS  
      Anak memiliki kepekaan terhadap alam ; tumbuhan, binatang & alam sekitar.

6.    KECERDASAN MUSIKAL-CERDAS MUSIK
    Anak memiliki kepekaan dan kemampuan untuk mencoba menggabungkan ataupun bermain dengan berbagi bunyi-bunyian,senang bernyanyi,memainkan alat musik sehingga lebih mudah untuk mempelajari nada,melodi dan irama.

7. KECERDASAN INTRAPERSONAL-CERDAS MEMAHAMI DIRI SENDIRI
     Anak mampu memahami mengendalikan diri sendiri Misalnya:mampu menyemangati diri sendiri,displin diri dan menghargai diri sendiri.

8.   KECERDASAN INTERPERSONAL-CERDAS SOSIAL 
    Anak mampu memahami dan menyesuaikan dengan orang lain. Misalnya : Anak mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan disekelilingnya.

9.    KECERDASAN EKSISTENSIAL
     Kemampuan memahami ketuhanan yang lebih besar daripada manusia yang mengatur manusia dan alamnya.

Kamis, 22 Oktober 2015

SEMINAR DETEKSI DINI & PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK YANG DISELENGGARAKAN RS. Dr. SOEHARTO HEERDJAN

Jakarta, Belakangan kabar kekerasan seksual terhadap anak makin sering muncul di media massa. Masyarakat diimbau untuk lebih melindungi anak dan waspada terhadap pelaku dengan kelainan seksual paedofilia.

Dijelaskan oleh dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K), dari RSJ dr Soeharto Heerdjan paedofilia dilihat dari sisi medis merupakan salah satu bentuk gangguan mental bernama parafilia. Orang pengidap parafilia mempunyai kelainan otak yang membuatnya bisa terangsang secara seksual ketika berinteraksi dengan objek tertentu yang tak biasa.

"Kalau dilihat pakai MRI ada permasalahan di frontal dan temporal lobe otak. Gambaran menurut PET scanning ada berkurangnya metabolisme glukosa di daerah frontal dan temporal akibatnya jadi kurang empati," ujar dr Suzy pada seminar kekerasan seksual anak di RSJ dr Soeharto Heerdjan, Jl Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (22/10/2015)
Dr Suzy mengatakan karena ada gangguan tersebut maka sebetulnya ciri seorang pengidap paedofilia bisa dilihat. Sebagian besar pengidap punya banyak teman anak-anak namun hanya sedikit teman dengan usia sebayanya.

"Dia cuma punya hubungan terbatas dengan teman sebaya. Dia terampil dalam memanipulasi anak dan sering beraktivitas dengan anak-anak tanpa melibatkan orang dewasa lain," kata dr Suzy.

Sebagian besar paedofil yang menjadi pelaku kekerasan seksual datang dari lingkungan terdekat anak. Menurut dr Suzy sekitar 60 persen pelaku datang dari kenalan sekitar seperti teman bermain, 30 persen keluarga, dan 10 persen orang asing.

"Kita harus menyadari bahwa orang dewasa manapun bisa menjadi pelaku kekerasan seksual. Perhatikan tanda-tanda grooming seperti sangat memerhatikan dan selalu memenuhi keinginan anak," pungkas dr Suzy.


Dr. Susy menjelaskan bahwa kekerasan seksual pada anak berdampak pada psikologis jangka panjang. "Pasien anak-anak yang saya tangani hanya menjawab, `Saya ingin lupakan`. Itu saja, tak mau menjawab pertanyaan lain," tutur dr Susy dalam seminarnya.

"Trauma-trauma karena kekerasan ini membuat kecenderungan korban menjadi pelaku berikutnya," pungkas dr Susy..

 Korban kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak cenderung menjadi pelaku berikutnya bila tak mendapat terapi penyembuhan trauma

kutipan :
  • http://m.liputan6.com/health/read/2346447/korban-kekerasan-seksual-cenderung-jadi-pelaku-berikutnya
  • http://health.detik.com/read/2015/10/22/114651/3050571/1301/waspada-kekerasan-seksual-pada-anak-kenali-ciri-ciri-paedofil

Kamis, 02 Juli 2015

Neurofeedback adalah alat unik untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan meningkatkan kinerja otak
















Apakah Neurofeedback?
     Neurofeedback terapi melibatkan pelatihan langsung dari fungsi otak, di mana Otak Belajar untuk berfungsi lebih efisien. Pada Solusi Kognitif, kita amati otak dalam tindakan dari saat ke saat, dan menunjukkan informasi yang kembali ke orang tersebut. Melalui umpan balik visual dan pendengaran, otak dihargai untuk mengubah kegiatan sendiri dengan pola yang lebih tepat. Ini adalah bertahap proses belajar, dan berlaku untuk setiap aspek dari fungsi otak yang kita dapat ukur. 

     Neurofeedback kadang-kadang disebut Biofeedback EEG, karena didasarkan pada aktivitas otak listrik (electroencephalogram atau EEG). Neurofeedback dasarnya pelatihan dalam pengaturan diri. Pengaturan diri merupakan bagian penting dari fungsi otak yang baik, dan self-regulasi pelatihan memungkinkan sistem saraf pusat untuk berfungsi pada tingkat optimal.

Siapa yang akan diuntungkan Neurofeedback?
     Neurofeedback menangani masalah-masalah sebagian besar dari disregulasi otak. Ini terjadi untuk menjadi banyak, dan mencakup spektrum kecemasan-depresi, defisit perhatian dan masalah belajar, gangguan perilaku, gangguan tidur, migrain, serta PMS dan gangguan emosional. Neurofeedback juga berguna untuk kondisi otak organik seperti kejang, spektrum autisme, dan cerebral palsy.

Bagaimana Neurofeedback bekerja?
     Pada Solusi Kognitif Learning Center, semua masuk pasien pertama menjalani EEG Kuantitatif (QEEG) untuk memetakan Aktivitas listrik di setiap wilayah otak. Berikut ini prosedur diagnostik, umpan balik dan penjelasan menyeluruh temuan disediakan. 
    
     Untuk pengobatan sendiri, kami menerapkan elektroda pada kulit kepala untuk mendengarkan pada aktivitas gelombang otak. Informasi ini diproses oleh komputer, dan kita kemudian ekstrak data tentang frekuensi gelombang otak tertentu kunci. 
    
    Kami menunjukkan pasang surut dan aliran ini kembali kegiatan untuk Pasien, yang mencoba untuk mengubah tingkat aktivitas. Beberapa frekuensi kita ingin mempromosikan, sementara yang lain kita ingin berkurang. Informasi ini disajikan untuk orang dalam bentuk video game atau film, dan pasien secara efektif memainkan video game dengan otaknya. 
    
     Akhirnya aktivitas gelombang otak adalah "berbentuk" ke arah yang lebih diinginkan, kinerja yang lebih diatur. Frekuensi kami menargetkan serta lokasi tertentu pada kulit kepala di mana kita mendengarkan pada otak bervariasi dari pasien ke pasien.


      Terapi neurofeedback adalah salah satu pilihan terapi yang menjanjikan saat ini untuk penanganan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder). Tujuan terapi adalah membuat pasien mengubah cara kerja otaknya sehingga fungsinya lebih optimal, tidak seperti seseorang dengan ADHD. 

Selasa, 30 Juni 2015

MENGENAL KEPRIBADIAN MENURUT MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) by C. G. Jung





Cara mudah melakukan pencarian partner  bisnis atau staf yang cocok dengan karakter kita





Dimensi MBTI dalam Kepribadian ISTJ

I – Introversion: cenderung tenang dan pendiam. Mereka umumnya lebih suka berinteraksi intensif hanya dengan beberapa teman dekat daripada dengan memilih dengan banyak orang, dan mereka mengeluarkan energi dalam situasi sosial, dan memperoleh energi saat menyendiri.
S – Sensing: cenderung lebih menyukai hal konkret daripada abstrak. Mereka memusatkan perhatian mereka pada detail daripada gambaran besar, dan realitas langsung daripada kemungkinan masa depan.
T – Thinking: cenderung lebih menilai berdasarkan kriteria obyektif daripada kriteria pribadi. Ketika membuat keputusan, mereka umumnya memberikan bobot yang lebih pada logika daripada pertimbangan sosial.
J – Judgment: cenderung untuk merencanakan kegiatan mereka dan membuat keputusan di awal. Mereka mengontrol melalui prediktabilitas.

Sebagai rekanan usaha atau staf   menghadapi karakter diatas harus terbuka untuk memberikan masukkan jika diperlukan seperti membawa wawasan dinamika usaha agar dapat lebih terbuka terhadap perubahan, akan tetapi semua ide di sampaikan harus dengan fakta yang jelas sesuai dengan karakter partner tersebut.
Oleh karena itu rekan yang cocok adalah dengan karakter dibawah ini:

E – Extraversion: termotivasi melalui interaksi dengan orang lain, cenderung untuk menikmati jaringan perkenalan yang luas, dan mendapatkan energi dalam situasi sosial.
N – Intuition: cenderung lebih abstrak, fokus pada gambaran besar daripada detail, dan kemungkinan masa depan daripada realitas yang ada.
T – Thinking: cenderung lebih menilai berdasarkan kriteria obyektif daripada kriteria pribadi. Ketika membuat keputusan, memberikan bobot yang lebih pada logika daripada pertimbangan sosial.
P – Perception: Cenderung menahan pendapat dan menunda keputusan, lebih memilih untuk “menjaga pilihan tetap terbuka” sehingga dapat berubah sesuai kondisi.

Silahkan mencoba…



Jumat, 26 Juni 2015

KRITERIA REKRUITMEN STAF

KRITERIA REKRUITMEN STAF

Bagaimana memilih Staf yang tepat dalam proses rekruitment..??

Tulisan ini mungkin membantu membuka sedikit wawasan agar kita tidak salah memilih staf..

Rekruitmen staf/ pegawai, merupakan suatu langkah awal, dalam menentukan keberhasilan dalam unit usaha terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan pendidikan. Dalam hal ini  ketepatan dalam memilih staf yang sesuai dengan posisi menunjang berlangsungnya usaha tersebut.

Bagan dibawah ini  mengisyaratkan pentingnya memilih staf yang sesuai dalam kriteria yang dibutuhkan dalam suatu perusahaan yang memberi layanan;



Knowledge adalah  ilmu pengetahuan, yang dapat kita manfaatkan untuk
menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan. Pengetahuan merupakan apa saja yang diketahui. Pengetahuan didapat bisa dari pendidikan,  pelatihan  serta pengalaman. Pengetahuan merupakan  proses masuknya informasi keotak kita yang disimpan dalam memori. Ada dua jenis pengetahuan, yaitu  pengetahuan fakta berupa informasi yang kita terima sebagai kenyataan dan pengetahuan eksperiensial berupa pemahaman yang kita peroleh berasal dari pengalaman kita. Pengetahuan dibutuhkan untuk meningkatkan performance dan kualitas pekerjaan.


Skills bisa diartikan sebagai ketrampilan  atau cara untuk melakukan sesuatu. Landasan dari keterampilan adalah  pembelajaran secara praktek lapangan.  Seseorang yang mempunyai pengetahuan yang  baik,  pendidikan yang tinggi, belum tentu mempunyai keterampilan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan. Keterampilan  bisa ditransfer dari individu keindividu lainnya melalui proses pembelajaran bertahap. Cara yang paling efektif untuk mentransfer skills adalah dengan mengikut sertakan si pembelajar melakukan  tahapan pekerjaan tersebut dalam konteks pelatihan lapangan dan melakukan pengulangan secara terus menerus. Misalnya dibidang IT, pengalaman  mengoperasikan komputer sangat diperlukan, untuk mempercepat pendataan. Contoh lain adalh keterampilan perawat dalam asuhan keperawatan dalam institusi RS sangat dibutuhkan ketimbang pendidikan tinggi, tetapi tidak mampu dalam memberi asuhan keperawatan. Seseorang dengan kompetensi yang sesuai belum tentu mahir dalam mengerjakan tugas. Skills diartikan sebagai  expertness, practiced ability. Dengan keterampilan secara tidak disadarai secara otomatis memperlihatkan kemampuannya.
Skill yang baik juga akan mencerminkan  kemampuan “melaksanakan” pekerjaan, memimpin anak buah, negosiasi, mengatur waktu, menganalisa keadaan, menjual, bersahabat dengan orang lain.

Attitude memiliki arti kecenderungan sikap. Attitude merupakan refleksi dari filter nilai seseorang.Attitude seseorang akan sangat memengaruhi cocok tidaknya dia dalam suatu peran dipekerjaannya. Seseorang yang memiliki attitude suka melayani dan ramah akan lebih pas dengan tugas menjalin hubungan dengan pelanggan seperti ketika berhadapan  dengan customer . Attitude, atau sikap, adalah hal yang sangat penting, berhubungan dengan kepuasan pelanggan. Kemauan kerja keras, simpati dan empati, kemauan beradaptasi, optimisme yang tinggi, semuanya berpengaruh terhadap kesuksesan layanan.


Setiap pekerjaan, sering membutuhkan gabungan dari ketiga hal diatas. Untuk berlangsungnya layanan kesehatan maka kebutuhan penempatan staf tergantung dari jenis layanan. Misalnya perawat atau staf yang berhubungan dengan pelanggan, maka yang dibutuhkan dalam proses rekruitmen adalah yang mempunyai skill dan attitutude yang baik. Akan tetapi untuk kepentingan administrasi maka yang dipentingkan adalah knowledge dan  skill yang lebih diutamakan, walaupun dalam attitude juga penting tapi pendidikan dan keterampilan dibutuhkan untuk berlangsungnya sarana yang terstandarisasi.  Untuk jabatan top  Manager, maka yang dibutuhkan adalah  kemampuan memimpin, mengatur, memberikan presentasi, pengetahuan dan sikap yang optimis dan empati. Posisi –posisi penting ini dibutuhkan orang yang mempunyai knowledge, skill dan attitude yang memadai, karena posisi ini sangat menentukan kesuksesan suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa knowledge, skill & attitude, merupakan tiga hal penting dalam proses rekruitmen. Akan tetapi dalam memenuhi kriteria ideal tersebut tentulah sulit, oleh karenanya dalam proses rekruitmen yang paling dipentingkan adalah orang atau pegawai yang memiliki kriteria sesuai dengan standar yang tepat dengan kebutuhan.  


REFERENSI:

Kraiger, K., Ford, J., Salas, E. (1993). Application of cognitive, skill-based, and affective theories of learning outcomes to new methods of training evaluation. Journal of Applied Psychology, 78, 311-328.

Quinones, M.A. and Ehrenstein, A. (1997). Training for a Rapidly Changing Workplace: Applications of Psychological Research. Washington, D.C.: American Psychological Association, p. 154.

http://www.google.co.th/search?q=exploring+attitudes+knowledge+skills+SRH++training&rls=com.microsoft:*:IE-SearchBox&ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=ie7&rlz=1I7SNYN_en-GB

Sharlyn Lauby (2013). The Difference Between Knowledge, Skills and Abilities





Senin, 04 Mei 2015

Dislexia ...bukan berarti bodoh!!!




Dislexia ...bukan berarti bodoh!!!
Kenali gangguan Bipolar dan obati secepatnya.!!!!!

Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis,misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif.
Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi, penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada sebagian penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Ada juga yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling).Selain itu, ada juga penderita gangguan bipolar yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Contohnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state).


Diagnosis gangguan bipolar

Dibutuhkan evaluasi psikologis untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Dalam hal ini, dokter biasanya menanyakan tentang pola perilaku pasien, suasana hati yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya. Selain itu, dokter juga biasanya meminta pasien atau keluarga pasien memberi informasi yang berkaitan dengan episode mania atau depresi.Karena ada kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala yang sama seperti gangguan bipolar, yaitu hipotiroid dan hipertiroid, maka pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan dua penyakit tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.

Pengobatan gangguan bipolar

Tujuan penanganan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan.Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).