Jumat, 13 April 2018

ISLAMIC GREEN SCHOOL - Kepemimpinan bukanlah posisi ataupun jabatan. Kepemimpinan adalah tindakan dan teladan Semangat juang & semangat petang


Kepemimpinan bukanlah posisi ataupun jabatan. Kepemimpinan adalah tindakan dan teladan
Semangat juang & semangat petang

INFORMATION SCHOOL :

TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta
 

Kamis, 12 April 2018

ISLAMIC GREEN SCHOOL - Saat seseorang berada dalam perjalanannya menuntut ilmu, maka jalan itu akan mengarahkannya ke surga Nya Be on the right track



Saat seseorang berada dalam perjalanannya menuntut ilmu, maka jalan itu akan mengarahkannya ke surga Nya
Be on the right track


INFORMATION SCHOOL :

TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta
 

ISLAMIC GREEN SCHOOL - Gain the strenght to solves your problem by bow your head, let go off your ego, anger, sorrow and embrace Allah.

Gain the strenght to solves your problem by bow your head, let go off your ego, anger, sorrow and embrace Allah.

INFORMATION SCHOOL :

TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta
 

ISLAMIC GREEN SCHOOL - You have to be *stronger* than your obstacles and *braver* than your fears


You have to be *stronger* than your obstacles
and *braver* than your fears

 INFORMATION SCHOOL :
TK-SD-SM-Tahfidz 📍Jl. Cipete Raya No. 113 Kec. Mustikasari Kel. Mustika Jaya Kota Bekasi 021-29081546 📞085100954085 Facebook : IGS Bina Talenta

Rabu, 11 April 2018

APA ITU DYSLEXIA (Kesulitan Membaca) ?



Menurut DSM-IV, disleksia didefinisikan sebagai pencapaian membaca di bawah tingkat yang diharapkan untuk usia, pendidikan, dan intelegensia anak; hendaya ini secara signifikan menganggu keberhasilan akademik atau aktivitas harian yang melibatkan membaca. Gangguan ini ditandai dengan gangguan kemampuan mengenali kata, membaca dengan lambat dan tidak akurat, serta pemahaman yang buruk. Di samping itu, anak dengan gangguan defisit atensi/hiperaktivitas (ADHD) memiliki risiko tinggi gangguan membaca.4

 Epidemiologi
 Suatu perkiraan sebesar 4% anak usia sekolah di Amerika Serikat memiliki gangguan membaca; studi prevalensi menemukan angka yang berkisar antara 2 dan 8%. Anak laki-laki tiga hingga empat kali lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan dilaporkan memiliki ketidakmampuan membaca pada sampel yang dirujuk secara klinis. Studi epidemiologis yang teliti menemukan angka yang hampir sama antara anak laki-laki dan perempuan yang memiliki gangguan membaca. Anak laki-laki dengan gangguan membaca mungkin lebih sering dirujuk untuk evaluasi dibandingkan anak perempuan karena masalah perilaku yang sering terkait.4
  
Komorbiditas
Anak dengan kesulitan membaca memiliki risiko yang lebih tinggi dari rata-rata untuk mengalami juga masalah perhatian, gangguan perilaku yang menganggu (contoh gangguan tingkah laku), dan gangguan depresif, terutama pada anak yang lebih tua serta remaja. Data mengesankan bahwa hingga 25% anak dengan gangguan membaca juga memiliki ADHD. Studi keluarga menunjukkan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor genetik yang sama yang menyebabkan gangguan membaca dan sindrom yang terkait dengan perhatian. Anak dengan gangguan membaca memiliki angka depresi yang lebih tinggi dari rata-rata pada laporan diri sendiri dan mengalami tingkat gejala ansietas yang lebih tinggi dibandingkan anak tanpa gangguan belajar.4

Etiologi
Tidak ada satu etiologi tunggal pun yang diidentifikasikan sebagai penyebab kesulitan membaca; faktor genetik, faktor perkembangan, dan faktor lingkungan dapat turut berperan terhadap defisit inti gangguan membaca.4
Banyak studi menyokong hipotesis bahwa faktor genetik memainkan peran utama pada adanya gangguan membaca. Studi menunjukkan bahwa 35-40% kerabat derajat pertama anak dengan gangguan membaca juga memiliki derajat tertentu hendaya bahasa.4
Insiden gangguan membaca yang lebih tinggi dari rata-rata terdapat pada anak dengan intelegensi normal yang mengalami palsi serebral. Insiden gangguan membaca yang sedikit meningkat terdapat di antara anak-anak yang mengalami epilepsi. Komplikasi selama kehamilan: kesulitan prenatal dan perinatal termasuk prematuritas, dan berat lahir rendah lazim ada di dalam riwayat anak dengan gangguan membaca.4 

Gambaran Klinis
Anak yang mengalami gangguan membaca biasanya dapat diidentifikasi pada usia 7 tahun (kelas 2). Kesulitan membaca dapat tampak jelas pada anak di dalam kelas saat keterampilan membaca diharapkan diperoleh pada kelas 1. Masalah-masalah yang terkait mencakup kesulitan berbahasa, sering ditunjukkan dengan gangguan diskriminasi bunyi dan kesulitan merangkai kata-kata yang sesuai. Sebagian besar anak dengan gangguan membaca tidak menyukai dan menghindari membaca serta menulis.

Kesulitan untuk memaknai simbol, huruf, dan angka melalui persepsi visual dan auditoris. Hal ini akan berdampak pada kemampuan membaca pemahaman. Adapun bentuk-bentuk kesulitan membaca di antaranya berupa3:
-          Penambahan (Addition)
Menambahkan huruf pada suku kata
Contoh: suruh à disuruh; gula à gulka; buku à bukuku
-          Penghilangan (Omission)
Menghilangkan huruf pada suku kata
Contoh: kelapa à lapa; kompor à kopor; kelas à kela
-          Pembalikan kiri-kanan (Inversion)
Membalikkan bentuk huruf, kata, ataupun angka dengan arah terbalik kiri-kanan.
Contoh: buku à duku; palu à lupa; 3 à m
-          Pembalikan atas-bawah (ReversalI)
Membalikkan bentuk huruf, kata, ataupun angka dengan arah terbalik atas-bawah.
Contoh: m à w; u à n; nana à uaua; mama à wawa; 2 à 5; 6 à 9
-          Penggantian (Substitusi)
Mengganti huruf atau angka.
Contoh: mega à meja; nanas à mamas; 3 à 8

DAFTAR PUSTAKA

Hallhan, D.F. , : Kauffman, J.M. ; & Lloyd, J.W. , ( 1985 ) Introduction to Learning Disabilitis, New Jersey : Prentice-Hall Inc
Harwell, Joan M. 2000. Information & Materials for LD, New York: The Center of Applied Research in Education.
Kirk, S.A, & Gallagher, J.J. (1986). Educating Exceptional Children 5th ed. Boston: Houghton Mifflin Company.
Benjamin J. Sadock, Virginia A. Sadock. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Kaplan & Sadock. Edisi 2.
Muhammada, Jamila. 2007. Special education for special children. Alih Bahasa: Edy Sembodo. Jakarta : Hikmah
Yulinda E. S. Kesulitan Belajar. Magistra No.73 Th XXII September 2010

Call Center Talenta Center

Call Center Talenta Center Only WhatsApp Chat : 0877-8820-9933

Melayani : 
+. Pertanyaa tentang Sekolah Talenta Center Bekasi, Parung & Bogor
+.  Membuat Janji dengan Dr. Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K) di Talenta Center Bekasi
+. Bertanya Tentang Terapi


*mohon untuk tidak menelpon WhatsApp






Senin, 09 April 2018

Kesulitan Belajar Pada Anak



KESULITAN BELAJAR
PADA ANAK


Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan oleh adanya disfungsi minimal otak, atau dalam psikologis dasar, sehingga prestasi belajarnya tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya, dan untuk mengembangkan potensinya secara optimal mereka memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus. Kesulitan belajar merupakan bidang yang sangat luas, dan sangat kompleks untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga/masyarakat.
Kesulitan belajar yang bersifat internal (learning disability) dan kesulitan belajar yang bersifat eksternal (learning problem) menunjukkan gejala yang hampir sama yaitu adanya kesulitan dalam belajar membaca/menulis, kesulitan dalam belajar matematika dan adanya kesulitan dalam perilaku. Secara harfiah kesulitan belajar merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris “Learning Disability” yang berarti ketidak mampuan belajar. 
 

A.                 Definisi

               Kesulitan belajar khusus adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kesulitan mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja, atau berhitung. Gangguan tersebut berupa gangguan intrinsik yang diduga karena adanya disfungsi sistem saraf pusat. Kesulitan belajar bisa terjadi bersamaan dengan gangguan lain (misalnya gangguan sensoris, hambatan sosial, dan emosional) dan pengaruh lingkungan (misalnya perbedaan budaya atau proses pembelajaran yang tidak sesuai). Gangguan-gangguan eksternal tersebut tidak menjadi faktor penyebab kondisi kesulitan belajar, walaupun menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesulitan belajar yang sudah ada. 
              ACCALD (Association Committee for Children and Adult Learning Disabilities) mengatakan bahwa kesulitan belajar khusus adalah suatu kondisi kronis yang diduga bersumber dari masalah neurologis, yang mengganggu perkembangan kemampuan mengintegrasikan dan kemampuan bahasa verbal atau nonverbal. Individu berkesulitan belajar memiliki intelegensi tergolong rata-rata atau di atas rata-rata dan memiliki cukup kesempatan untuk belajar.

B.         Faktor penyebab Kesulitan belajar 
Ada beberapa penyebab kesulitan belajar, antara lain2:

a.        Faktor keturunan/bawaan
b.        Gangguan semasa kehamilan, saat melahirkan atau prematur
c.        Kondisi janin yang tidak menerima cukup oksigen atau nutrisi dan/atau ibu yang merokok, menggunakan obat-obatan (drugs), atau meminum alkohol selama masa kehamilan.
d.        Trauma pasca kelahiran, seperti demam yang sangat tinggi, trauma kepala, atau pernah tenggelam.
e.        Infeksi telinga yang berulang pada masa bayi dan balita. Anak dengan kesulitan belajar biasanya mempunyai sistem imun yang lemah.

      
C. Karakterisik Kesulitan Belajar 

·         * Gangguan Internal

Penyebab kesulitan belajar berasal dari faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam anak itu sendiri. Anak ini mengalami gangguan pemusatan perhatian, sehingga kemampuan perseptualnya terhambat.

     

           * Kesenjangan antara Potensi dan Prestasi

Anak berkesulitan belajar memiliki potensi kecerdasan/inteligensi normal, bahkan beberapa diantaranya di atas rata-rata. Namun demikian, pada kenyataannya mereka memiliki prestasi akademik yang rendah

·      * Tidak Adanya Gangguan Fisik dan/atau Mental 
Anak berkesulitan belajar merupakan anak yang tidak memiliki gangguan fisik dan/atau mental. Kondisi kesulitan belajar berbeda dengan kondisi masalah belajar berikut ini :

 a.     Tunagrahita (Mental Retardation) 

Anak tunagrahita memiliki inteligensi antara 50-70. Kondisi tersebut menghambat prestasi akademik dan adaptasi sosialnya yang bersifat menetap. 

b. Lamban Belajar (Slow Learner)

Slow learner adalah anak yang memiliki keterbatasan potensi kecerdasan, sehingga proses belajarnya menjadi lamban. Tingkat kecerdasan mereka sedikit dibawah rata- rata dengan IQ antara 80-90. Kelambanan belajar mereka merata pada semua mata pelajaran. Slow learner disebut anak border line (“ambang batas”), yaitu berada di antara kategori kecerdasan rata-rata dan kategori mental retardation (tunagrahita) 
c.       Problem Belajar (Learning Problem) 

Anak dengan problem belajar (bermasalah dalam belajar) adalah anak yang mengalami hambatan belajar karena faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut berupa kondisi lingkungan keluarga, fasilitas belajar di rumah atau di sekolah, dan lain sebagainya. Kondisi ini bersifat temporer/sementara dan mempengaruhi prestasi belajar. 

D. Kesulitan Belajar Akademis 

Kesulitan belajar akademis adalah kondisi yang menghambat proses belajar yaitu dalam membaca, mengeja, menulis, atau menghitung. Ketidakmampuan ini muncul pada saat anak menampilkan kinerja di bawah potensi akademik mereka.

Kesulitan belajar akademis terdiri atas:
-          Disleksia (kesulitan membaca)
-          Disgrafia (kesulitan menulis)
-          Diskalkulia (kesulitan menghitung)